Perjalanan Hidup

Hidup ini penuh dengan sandiwara,. Sandiwara kebahagian, sandiwara kesuksesan dan sandiwara lainnya. Satu-satunya kenyataan yang harus kita teima ialah suatu saat kita akan meninggalkan dunia ini dengan menyandang gelar almarhum dan kegelapan akan teus-menerus kita rasakan sampai suatu saat kita dibangkitkan kembali untuk sebuah pertanggung jawaban. Hannya iman dan taqwa yang bisa menolong kita bebas dari segala penyiksaan sebagai balasan dari kelalaian kita saat hidup didunia. allah telah menitipkan setetes darah dalam tubuh kita, sebuah tubuh yang sempurna, sehembus nyawa dan segenggam pikiran dalam otak kita untuk kita kembangkan. Beruntunglah orang yang bisa hidup bahagia didunia dan mempunyai iman yang cukup untuk hari akhirnya. Sungguh menderita bagi mereka yang hannya bisa menikmati dunia saja tanpa bekal hari akhir. Allah tidak pernah memberi kemudahan begitu saja bagi makhluknya tanpa mengujinya terlebih dahulu. Saat kita ingin kaya allah mengujinya dengan kemiskinan, saat kita ingin bahagia allah mengujinya dengan penderitaan. Begitulah hidup, setiap perbuatan sekecil apapun akan berimbas pada hari akhir apakah kita layak menghuni syurga atau kita hannya bisa merasakan sakitnya neraka.

 Seorang sahabat bertanya kepada nabi Muhammad “ hai Muhammad, siapakah orang yang paling beruntung didunia ini?” nabi menjawab : sebaik-baiknya manusia ialah mereka yang hidup bahagia didunia dan tidak melupakan akhirat. Atinya: allah tidak suka orang yang hannya hidup didunia dengan memikirkan dunianya saja begitupun sebaliknya, allah juga tidak suka orang yang hidup didunia hannya memikirkan akhiratnya saja.hidup ini harus berimbang antara dunia dan akhirat. Allah tidak melarang seseorang utk jadi professor dengan syarat ia juga harus bisa menjadi seorang ulama. Orang boleh menjadi kaya raya tapi ia harus ingat didalam hartanya tersebut tedapat hak orang lain yang dititipkan oleh allah kepadanya.

 

Suatu hari, saat nabi pulang kerumah beliau melihat istrinya khatijah sedang menangis didalam kamar, beliau bertanya “ kenapa engkau menangis wahai istriku? Khatijah menjawab “ aku sudah tidak punya apa-apa lagi sekarang ya rasulullah, semua hartaku sudah habis” kemudian nabi mengatakan “ maafkan aku ya khatijah, semua hartamu aku yang habiskan untuk memperjuangkan agama allah dan membantu saudara-saudara muslim kita”. Khatijah berkata “ bukan karena itu aku menangis, aku menangis karena sekarang aku tidak bisa memberi apa-apa lagi untuk mempejuangkan agama dan membantu saudara-saudara kita”. Alngkah mulianya hatimu ya khatijah, sahut nabi Muhammad. Cerita tersebut adalah perumpamaan bagaimana seorang khatijah yang kaya raya menghabiskan seluruh hartanya untuk menegakkan agama allah dan membantu saudara-saudara muslim yang kekurangan. Karena itu syurga akan senantiasa terbuka lebar bagi mereka yang kaya raya dan mau menggunakannya dijalan allah serta membantu orang lain yang lebih membutuhkannya.

About akbar

Kehidupan berlalu dengan mudah seakan-akan perjalanan dalam hidup ini terasa begitu menyenangkan. itulah sandiwara, susah dan senang, bahagia dan menderita, suka dan duka berlalu dengan perasaan yang peka terhadap rasa. tetap tersenyum demi kebahagian orang lain walaupun itu tidak jauh lebih indah dari tersenyum buat kebahagian sendiri. kegagalanku merupakan kesuksesan yang tertunda.. sampai jumpa 5 tahun lagi..!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: