Asi dan Kegunaannya.

2.4.            ASI EKSKLUSIF

ASI Eksklusif adalah cayi hanya diberi ASI saja, tanpa tambahan cairan lain seperti susu formula, jeruk, madu, air teh, air putih, dan tanpa tambahan makanan padat seperti pisang, pepaya, bubur susu, biskuit, bubur nasi,dan tim. (Utami Roesli, 2000).

ASI Eksklusif adalah pemberian ASI sedini mungkin setelah persalinan, diberikan tanpa jadwal dan tidak diberi makanan lain, walaupun hanya air putih, sampai bayi berumur 6 bulan. (Purwanti, 2004).

2.4.1.      Manfaat Pemberian ASI Eksklusif.

  1.    ASI sebagai nutrisi
  2. ASI meningkatkan daya tahan tubuh
  3.    ASI meningkatkan kecerdasan
  4. ASI meningkatkan jalinan kasih sayang

2.4.2.      Manfaat Pemberian ASI Bagi Bayi.

  1. Sebagai makanan tunggal untuk memenuhi semua kebutuhan pertumbuhan bayi sampai usia 6 bulan
  2. Meningkatkan daya tahan tubuh karena mengandung berbagai zat anti-kekebalan sehingga akan lebih jarang sakit
  3. Melindingi anak dari serangan alergi
  4. Mengandung asam lema yang diperlukan untuk pertumbuhan otak sehingga bayi ASI Eksklusif potensial lebih pandai
  5. Meningkatkan daya penglihatan dan kepandaian bicara
  6. Membantu pembentukan rahang yang bagus
  7. Mengurangi resiko terkena kencing manis, kanker pada anak dan diduga mengurangi kemunginan menderita penyakit jantung.
  8. Menunjang perkembangan kepribadian, kecerdasan emosional, kematangan spritual, dan hubungan sosial yang baik.

2.4.3.      Manfaat ASI Bagi Ibu.

  1. Mengurangi pendarahan setelah melahirkan
  2. Mengurangi terjadinya anemia
  3. Menjarangkan kehamilan
  4. Mengecilkan rahim
  5. Lebih cepat langsing kembali
  6. Mengurangi kemungkinan menderita kanker
  7. Lebih ekonomis/murah
  8. Tidak merepotkan dan hemat waktu
  9. Portabel dan praktis
  10. Memberi kepuasan bagi Ibu.

2.4.4.      Manfaat ASI Bagi Keluarga.

Adapun manfaat ASI bagi keluarga adalah:

  1. Bayi sehat berarti keluarga mengeluarkan biaya lebih sedikit dalam perwatan kesehatan dan kurangnya kekhawatiran keluarga terhadap bayi akan sakit.
  2. Penjarangan kelahiran karena afek kontrasepsi ASI Eksklusif.
  3. Tidak perlu uang untuk membeli susu formula, kayu bakar atau minyak tanah untuk merebus air susu atau peralatan.
  4. Menghemat waktu keluarga bila bayi lebih sehat.
  5. Memberi ASI pada bayi berarti hemat tenaga bagi keluarga sebab ASI selalu siap sedia.

2.4.5.      Pembagian ASI.

ASI terdiri dari :

  1. Kolestrum
  2. Merupakan cairan pertama yang keluar dari kelenjar payudara dan keluar pada hari 1 sampai 2.
  3. Merupakan cairan kental dengan warna kekuning-kuningan, lebih kuning dibanding susu mature.
  4. Merupakan pencahar yang ideal dalam mempersiapkan saluran pencernaan bayi bagi makanan yang akan datang.
  5. Lebih banyak mengandung protein dibandingkan dengan ASI matang.
  6. Volume Kolostrum antara 150  300 ml/24 jam.
  7. Kolostrum harus diberi pada bayi.

  1. ASI Transisi / Peralihan
  2. ASI peralihan adalah ASI yang keluar setelah Kolostum sampai sebelu menjadi ASI yang matang.
  3. Kadar protein makin merendah, sedangkan kadar karbohidrat dan lemak makin meninggi.
  4. Volume semakin meningkat.

  1. ASI Matang (Mature)
  2. Merupakan ASI yang dikeluarkan sekitar hari ke – 14 dan seterusnya.
  3. Komposisi relatif konstan.
    1. Merupakan makanan satu-satunya yang paling baik dan cukup untuk bayi sampai umur 6 bulan. (Roesli Utami, 2007).

2.5.            Komposisi ASI

Komposisi zat ASI yang terkandung didalamnya yaitu :

  1. Lemak

Kadar lemak dalam ASI dan ASS (Air Susu Sapi), merupakan sumber kalori yang utama bagi bayi dan sumber vitami yang larut dalam lemak ( A, D, E, dan K ). Dan sumber asam lemak yang esensial. (Soetjiningsih, 2000 =29).

  1. Karbohidrat

Karbohidrat utama ASI adalah Laktosa (gula). Salah satu prduk dari laktosa adalah galaktosa.

Galaktosa merupakan makanan vital bagi jaringan otak yang sedang tumbuh. Laktosa meningkatkan penyerapan kalsium yang sangat penting untuk pertumbuhan tulang.

Laktsa juga menigkatkan pertumbuhan bakteri usus yang baik. (Utami Roesli, 2007).

  1. Protein

Protein adalah bahan baku untuk tumbuh.

ASI mengandung alfa-laktabumin, sedangkan susu sapi mengandung Lactoglubin dan Bovine serum albumin yang sering menyebabnkan alergi.

Protein istimewa lainnya yang hanya terdapat di ASI adalah taurin .Taurin adalah protein yang diperlukan untuk pertumbuhan otak dan susunan saraf otak.

Lactoferin adalah satu lagi proein ASI yang unik.dan lysosysme adalah suatu kelompok antibiotik alami di dalam ASI.

  1. Garam dan Mineral

ASI mengandung mineral yang lengkap. Walaupun kadarnya relatif rendah tetapi cukup untuk bayi sampai umur 6 bulan.

ASI merupakan susu dengan kadar garam dan mineral yang rendah sehingga tidak merusak fungsi ginjal bayi.

  1. Zat Besi

Jumlah zat besi dalam bayi tidak termasuk sedikit, tetapi mudah diserap. Bayi dilahirkan dengan persedian zat besi.

Walaupun kadarnya rendah pada ASI namun kandungan zat besi ini akan mencegah perkembngan kuman patogen.

  1. Vitamin

ASI yang bersal dari ibu dengan pola makan yang memadai, cukup mengandung vitamin seperti vitamin A, B, C, D, dan E lebih tinggi dibanding susu sapi. (Soetjiningsih, 1997).

2.6.            Kelebihan ASI

  1. ASI mengandung zat makanan yang jumlah kompsisinya berubah-ubah disesuaikan dengan pertumbuhan bayi yang tidak mungkin dibuat oleh manusia.
  2. ASI mencegah reaksi alergi dan asma.
  3. ASI melindungi bayi dari penyakit.
  4. ASI jauh lebih murah.
  5. ASI lebih mudah disiapkan dan lebih mudah dicerna oleh bayi.
  6. ASI steril dan selalu bersih.
  7. ASI gratis.
  8. ASI dapat menghindarkan bayi dari kegemukan bila ia besar.
  9. ASI akan membantu menurunkan berat badan ibu secara lebih cepat
  10. ASI pompa atau ASI perah memungkinkan bayi tetap meneria ASI saat ibu tidak berada ditempat.
  11. ASI makanan otak yang tepat selama tahun pertama serta meningkatkan IQ bayi.
  12. Bayi ASI akan memiliki bentuk rahang dan gigi lebih bagus.
  13. Bayi ASI Eksklusif mempunyai penglihatan yang lebih baik
  14. ASI juga sayang lingkungan.(Utami Roesli, 2000).

2.7.            ASI Eksklusif Bagi Ibu Pekerja

  1. Bekerja bukan alasan untuk memberkan ASI eksklusif  selama paling sedikit 4 bulan dan bila mungkin sampai 6 bulan. Jika ibu seorang pekerja diluar rumah maka selama ibu ditempat kerja peraslah atau pompalah ASI setiap 3-4 jam sekali secara teratur. Ini perlu dilakukan agar produksi ASI tetap terjaga.
  2. Simpan ASI dalam botol dan disimpan dalam kulkas atau dalam termos es.
  3. Ibu harus dalam keadaan rileks, kondisi psikolog sangat menentukan keberhasilan ASI eksklusif. Menurut hasil penelitian  lebih dari 802 mengalami kegagalan dalam menyusui disebabkan leh faktor psikoligis ibu. Saat menyusui atau memeras ASI jangan tegang dan ditargetkan karena pada saat yang bersamaan ratusan sensor pada tak akan memerintahkan hormon oksitosin bekerja.
  4. Jika ibu sudah pulag kerja susukan bayi langsung daru payudara . hal ini perlu untuk menjaga refleks ASI sehingga produksi ASI tetap terjaga.
  5. Hindari pemberian susu formula karena jika bayi diberikan susu formula maka saat bayi disusui bayi sudah kenyang.
  6. Lakukan peraawatan payudara massage atau penijatan payudara dan kompres dengan air dingin secara bergantian.

2.8.            Mitos Tentang ASI

Alasan-alasan banyak diberikan ibu untuk menghindari menyusui bayi antara lain:

  1. Merusak bentuk tubuh

Pernyataan ini salah pada dasarnya , ibu yang menyusui tidak memerlukan makanan tambahan karena dia sudah mempunyai simpanan lema selama kehamilan yang dapat dibakarnya.

  1. Payudara mengendur

Setelah kehamilan, payudara menjadi sedikit lebih kencang dan lembut, tidak lagi meruncing dengan keras tapi tidak akan mengendur.

  1. Memberi ASI membuat ibu letih

Meskipun perawatan bayi memerlukan energi dan ibu harus mengkonsumsi makanan yang mengandung dgizi yang tinggi, namun menyusui tidak terlalu meetihkan ketimbang memberi susu botol.

  1. Gairah seksual hilang

Dengan menyusui, gairah seksual tidak hilang namun kemungkinan dikarenakan waktu dan energi yang banyak untuk bayi, sehingga sedikit untuk hal lain.

  1. ASI basi

Adanya anggapan masyarakat bahwa kolostrum atau ASI yang pertama kali keluar dikatakan basi. (Jones , 2003).

2.9.            Faktor Penghambat Produksi ASI

Beberapa faktor yang menghambat produksi ASI dan menghambat reflek oksitosin, antara lain :

  1. Ibu dalam keadaan bingung,kacau, marah atau sedih.
  2. Ibu terlalu khawatir ASInya tidak akan cukup untuk kebutuhan bayinya
  3. Rasa sakit pada saat menyusui, membuat ibu takut untuk menyusui lagi.
  4. Ada rasa malu untuk menyusui
  5. Ayah tidak mendukung dan tidak perhatian terhadap ibu dan bayi.

2.10.        Faktor Memperlancar Produksi ASI

Beberapa faktor meningkatkan pengeluaran ASI yang terkait dengan refleks oksitosin.

  1. Bila melihat bayi

Naluri keibuan akan timbul pada saat dia melihat bayinya, ibu pasti ingin segera menyentuh dan menyayangi anaknya.

  1. Memikirkan bayinya dengan dengan perasaan penuh kasih sayang

Barangkali tidak semua orang percaya akan hal ini, namun secara kejiwaan hal ini sangat berkaitan.

  1. Bila mendengar bayinya menangis

Ibu yang mendengar tangisan bayinya akan segera berfikir bahwa bayinya membutuhan sesuatu.

  1. Mencium bayi

Sentuhan langsung berupa pelukan, ciuman dan belaian akan membuat bayi merasa senang.

  1. Ibu dalam keadaan tenang

Seorang ibu yang sedang menyusui selalu dianjurkan untuk tidak hidup stress.

  1. Ayah sangat membantu

Peran serta ayah sangat mempengaruhi hirmon oksitosin untuk memproduksi ASI. Dengan menciptakan suasana yang nyaman bagi ibu dan bayi, proses menyusui dapat berjalan dengan baik. (Utami Roesli, 2001)

2.11.        Tujuh Langkah Keberhasilan ASI Esklusif

Ada 7 langkah keberhasilan dalam pemberian ASI eksklusif, yaitu :

  1. Mempersiapkan payudara bila diperlukan
  2. Mempelajari ASI dan tata laksana menyusui
  3. Menciptakan dukungan keluarga, teman dan sebagainya
  4. Memilih tenaga kesehatan yang mendukung pemberian ASI secara Eksklusif
  5. Memilih tempat melahirkan yang ”sayang bayi” seperti ”rumah sakit sayang bayi”.
  6. Mencari ahli persoalan menyusui seperti klinik laktasi dan atau knsultasi laktasi, untuk persiapan apabila kita menemui kesukaran.
  7. Mencitakan suatu sikap yang positi tentang ASI dan menyusui. (Utami Roesli, 2007).

About akbar

Kehidupan berlalu dengan mudah seakan-akan perjalanan dalam hidup ini terasa begitu menyenangkan. itulah sandiwara, susah dan senang, bahagia dan menderita, suka dan duka berlalu dengan perasaan yang peka terhadap rasa. tetap tersenyum demi kebahagian orang lain walaupun itu tidak jauh lebih indah dari tersenyum buat kebahagian sendiri. kegagalanku merupakan kesuksesan yang tertunda.. sampai jumpa 5 tahun lagi..!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: